Uncategorized

Tips dan Cara Ternak Kelinci Lokal

Pada kesempatan kali ini saya akan membuat artikel mengenai tips cara ternak kelinci lokal berikut ini adalah artikelnya selamat membaca!

Tips Cara Ternak Kelinci Lokal Yang Benar

Jenis kelinci lokal merupakan breed yang berpotensi menghasilkan daging dan cocok untuk pembibitan. Beternak kelinci memiliki keunggulan dibandingkan hewan lain, seperti kualitas daging yang lebih tinggi dengan kandungan lemak yang rendah, tidak perlu lahan ternak yang luas, dan bahan pakannya dapat menggunakan sisa pertanian.

Di negara kita, meskipun peternakan kelinci belum maksimal, kita bisa menemukannya di peternakan skala kecil atau bisa disebut peternakan rakyat. Tampaknya perlu ada sosialisasi yang luas kepada masyarakat bahwa budidaya kelinci ini bisa menjanjikan, karena kebutuhan daging nasional cukup tinggi dan daging kelinci dapat menjadi sumber protein hewani yang baik.

Peternakan kelinci sebenarnya bisa dilakukan di pedesaan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang masih lemah sehingga warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Pasalnya, beternak kelinci tidaklah sulit dan bisa dilakukan di pekarangan. Sehingga lahan yang sempit pun bisa digunakan untuk beternak kelinci.

tips cara ternak kelinci

Pemilihan benih dan pemuliaan

Untuk mulai beternak kelinci pilihlah bibit yang terbaik agar hasilnya juga bagus. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Anda bisa melihatnya dari faktor keturunan, kesehatan, dan penampilan, produksi, dan reproduksinya. Data dari informasi tersebut dapat menghasilkan keturunan kelinci yang baik.

Setelah mendapatkan bibit terbaik, Anda harus tahu beternak kelinci yang bisa diperhatikan, mulai dari mengawinkan kelinci hingga melahirkan kelinci.

Misalnya, kelinci siap kawin saat berahi pada usia sekitar 7 bulan. Ciri-cirinya, bagian vulva memiliki warna merah jambu dan agak basah serta bokong kelinci yang terangkat saat digosok ke punggung. Untuk kelinci tipe berat sebenarnya sudah bisa dikembangbiakkan pada umur 5,5 bulan, namun hasil anakan atau bibitnya kurang berkualitas.

Jika kelinci betina sedang nafsu dan siap kawin, maka taruh di kandang jantan. Saat kelinci betina siap untuk dikawinkan, maka dengan sendirinya dia akan mengangkat pantat dan menaiki kelinci jantan. Ciri dari pernikahan yang sukses adalah ketika kelinci jantan jatuh di samping betina sambil mengeluarkan suara.

Idealnya kelinci jantan bisa kawin dengan betina setiap 3 hari dengan kurang lebih delapan betina. Masa kehamilan kelinci sekitar 28-36 hari. Oleh karena itu, jika masa bunting kelinci memasuki usia 26 hari, sebaiknya disiapkan kotak sarang.

Ingat, saat betina hendak melahirkan, sediakan air minum dulu sampai anakan lahir. Tujuannya agar betina tidak memakan anaknya.

Kandang kelinci

Seperti yang telah disebutkan di awal artikel bahwa kandang kelinci beradaptasi dengan luasan yang tersedia. Jika tidak memiliki lahan yang cukup luas, Anda bisa memelihara lindi di pekarangan rumah. Namun jika ingin beternak kelinci skala sedang atau besar, maka kandang yang disiapkan juga harus sesuai dengan kebutuhan. Jadi soal kandang berdasarkan besarnya modal dan ketersediaan lahan.

Yang harus Anda perhatikan dalam mempersiapkan kandang adalah:

· ada sirkulasi udara yang lancar

· lantai kandang tidak lembab

· Atap kandang tidak kotor

· tiang penyangga kandang yang kuat dan kuat

· melindungi kelinci dari pengaluh eksternal / internal

Klasifikasi kandang kelinci juga terbagi menjadi kandang outdoor, kandang indoor, dan kandang yang bisa dipindahkan. Selain itu, berdasarkan pengelolaannya dapat dibagi menjadi kandang baterai, pos, dan peternakan. Setiap kandang dijelaskan di bawah ini:

· Kandang baterai: setiap ruangan diisi dengan satu ekor kelinci

· Kandang pos: setiap ruangan diisi dengan beberapa ekor kelinci

· Kandang peternakan: setiap ruangan dibagi menjadi tempat tidur dan tempat bermain

Pakan kelinci

Tak hanya kandang, pakan kelinci juga menjadi salah satu faktor keberhasilan pembiakan. Dalam budidaya kelinci harus memperhatikan kebutuhan nutrisi untuk (1) kebutuhan hidup pokok, dan (2) kebutuhan produksi. Pertama, itu adalah kebutuhan nutrisi dalam proses pertumbuhan kelinci. Yang kedua adalah kebutuhan kehamilan, produksi ASI, dan nutrisi untuk pertumbuhan. Kelinci makan rumput dan rumput bisa di cacah menggunakan mesin pencacah mesin.

Perhatikan kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi kelinci:

· Protein kasar

· Serat kasar

· Lemak

· Kalsium

·Pospor

·TDN (total nutrisi yang dapat dicerna)

Produktivitas kelinci

Produktivitas kelinci dapat dilihat dari faktor lingkungan dan genetik. Selain itu, faktor lain yang juga mempengaruhi adalah curah hujan dan kelembaban. Hal ini dikarenakan iklim memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap produktivitas ternak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya, jika suhu udara terlalu panas dapat menyebabkan kelinci menolak atau menurunkan nafsu makannya karena suhu tubuhnya meningkat dan terasa panas. Dengan kata lain, kelinci yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dapat menurunkan produktivitasnya.

Nah itu dia sob sedikit penjelasan mengenai cara ternak kelinci lokal semoga bermanfaat bagi kalian sekian terimakasih.

Related Articles

Close